Senin , September 26 2022

Pesan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam Pembukaan Munas HIMASAL – LIM Lirboyo

Sabtu, 27 Agustus 2022,Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) IV dan Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) I menyelenggarakan Musyawarah Nasional di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Pengasuh Pondok Pesantrem Lirboyo Kediri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam acara tersebut memberi sambutan kepada peserta beberapa point sebagaimana yang tercatat di FB Serambi Lirboyo.

1. Tujuan Munas Alumni Lirboyo adalah Introspeksi diri.

2. Santri dan Alumni Lirboyo hendaknya selalu sambung dengan guru-gurunya, Karena Hubungan santri-Alumni dengan guru adalah hubungan yang mulia.

3. Santri dan Alumni Lirboyo harus ingat bahwa Ridhonya Allah tergantung kepada Ridho guru.

4. Alumni yang tidak menjalin hubungan almamaternya, maka sangat rugi dunia akhirat.

5. Santri dan Alumni Lirboyo hendaknya bersikap berdasarkan Al-Quran, Hadist dan Kitab Kitab salaf.

6. Hendaknya santri dan Alumni Lirboyo memiliki sikap tengah-tengah, karena setiap sikap tengah-tengah akan membawa maslahat.

7. Hendaknya santri dan alumni Lirboyo mengikuti NU, karena Lirboyo selalu setia kepada NU dan tidak pernah mufaroqoh ( keluar ) dari NU, siapapun pemimpinnya.

8. Lirboyo Netral masalah partai, siapapun pemimpinnya maka kita taat dan mendukung

Kisah lucu :
Ketika Belanda sowan KH. Abdul Karim, Mbah Abdul Karim ditanya : “Kyai, santrinya Banyak ya?” Beliau menjawab : “Itu santrinya Haji Ya’qub.”

9. Santri dan Alumni Lirboyo wajib Taat kepada pemimpin kecuali dalam kemaksiatan.

10. Santri dan Alumni Lirboyo hendaknya selalu berkhidmah di masyarakat, Barangsiapa khidmah dimasyarakat maka akan dimuliakan Allah

11. Santri dan Alumni Lirboyo hendaknya selalu memberikan Taujih dan Irsyad kepada Masyarakat

12. Santri Lirboyo harus selalu berpegang teguh kepada Ilmu dan Ketaqwaan, dengan 2 hal itu maka dimanapun akan diselamatkan dari keburukan oleh Allah

13. Berkhidmah di Masyarakat tidak harus berpolitik, apapun mulia, menjadi guru mulia, berdakwah dikampung mulia dan lain-lainnya

Kisah : KH. Mahrus Ali didatangi Kyai Kyai Toriqoh, mereka mengusulkan agar Kyai Kyai Toriqoh masuk ke Politik, Kyai Mahrus Ali menjawab bahwa bagian Politik sudah ada bagiannya sendiri

14. Santri dan Alumni Lirboyo harus tahu bahwa ada 3 tujuan belajar agama yaitu Khouf, Roja’ dan Mahabbah

15. Santri dan Alumni Lirboyo perbanyak keturunan ( 10 atau 11 ) dan pondokkan anaknya ke Lirboyo maka Lirboyo akan semakin ramai dan maju

16. Ingat kaidah ini

ﻻ ﺧﻴﺮ ﻓﻲ ﺧﻴﺮ ﻻ ﻳﺪﻭﻡ ﺑﻞ ﺷﺮ ﻻ ﻳﺪﻭﻡ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺧﻴﺮ ﻻ ﻳﺪﻭﻡ

“Tidaklah bernilai kebaikan, sebuah kebaikan yang tidak dilakukan terus menerus, bahkan keburukan yang tidak terus menerus lebih baik daripada kebaikan yang tidak abadi”

Artinya : Alumni Lirboyo yang tidak memondokan anaknya di Lirboyo, tidak lebih baik dari pada bukan Alumni Lirboyo yang memondoknya anaknya di Lirboyo.

Hadir dalam acara tersebut beberapa alumni KH. Anwar Iskandar Jemsaren, KH. Azizi Hasbullah, KH. A. Fahrurrozi Bululawang, KH. Abdul Nasir Badrus, KH. Machin Chudlori Tegal Rejo dan lainnya.***

Pewarta : LTN NU Kota Denpasar

About Ardiansyah Nudin

Check Also

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISTNUBA , selenggarakan Forum Grup Diskusi (FGD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISTNUBA , selenggarakan Forum Grup Diskusi (FGD) yang dihadiri 21 peserta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.