Senin , September 26 2022

Menyikapi Yang Trend Saat Ini Pengobatan Ala Trik, Ini Pesan H. Mufid Pembina JRA Kota Denpasar

Media NU – Akhir-akhir ini kita temui di dunia maya sedang viral tentang terbongkar nya aksi pengobatan tradisional dengan cara memindahkan penyakit sesorang ke buah kelapa , atau di pindahkan ke hewan

Tentu hal ini dapat meresahkan rakyat Indonesia , wabil khusus warga nahdliyin,

Menyikapi hal itu H. Mufid selaku Pembina Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kota Denpasar yang di temui awak media-nu.com menyampaikan “ berhati-hati lah dalam menyembuhkan penyakit dan hindari praktek perdukunan , Di NU sendiri sudah ada pengobatan serta Ruqyah yakni JRA Dan KBRA”tuturnya

Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) merupakan salah satu sayap dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), JRA sendiri dalam pengobatan serta ruqyah yang menggunakan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan tidak ada trik pembohongan baik itu sulap atau penipuan dalam kedok agama .

JRA itu praktek pengobatannya menggunakan asmanya Allah, seperti bekam, totok syaraf, terapi, ramuan obat dan lain sebagainya

Sebagai mana dalam Al-Qur’an sudah jelas “ Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman”tambahnya

JRA saat ini telah terbentuk dari PBNU hingga ke ranting , dan untuk di Prov.Bali sampai di Pengurus Cabang Kota dan Kabupaten untuk selanjutnya akan di bentuk hingga sampai ke ranting.

Perlu di ketahui JRA serta KBRA ikut Serta Menyukses kan acara kegiatan Semarak Muharram 1444 H yang di selenggarakan PAC Muslimat NU Dentim serta MWC NU Dentim bersama Banom Dan Lembaga, Minggu(07/08/22) dengan menggelar pengobatan serta ruqyah gratis .

Dan Untuk Sekretariat JRA Kota Denpasar berada di Biaung, Serta untuk KBRA Kota Denpasar sekretariat di JL. Sedap Malam gg Cempaka 2 No.7 .***

Pewarta : LTN NU Kota Denpasar

About Ardiansyah Nudin

Check Also

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISTNUBA , selenggarakan Forum Grup Diskusi (FGD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISTNUBA , selenggarakan Forum Grup Diskusi (FGD) yang dihadiri 21 peserta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.