Kamis , November 24 2022

Wafat di Hari Jumat, Benarkah Akan Langsung Masuk Surga?

Media NU – Seringkali kita mendapati beragam literatur yang menjelaskan tentang keutamaan hari Jumat. Satu hari yang paling diistimewakan dibandingkan hari-hari lainnya dalam seminggu. Terlebih dengan adanya kewajiban salat Jumat yang harus dilaksanakan sebagai pengganti dari salat Zuhur.
Keistimewaan inilah diperkuat dengan adanya hadis-hadis dari Rasulullah Saw. berikut ini:
“Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga.” (HR. Muslim)
Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:
“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”
Di antara keistimewaan-keistimewaan yang telah disebutkan di atas, setidaknya sudah menjadi bukti akan kemuliaan dan keagungan hari Jumat jika dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Dengan keistimewaan itulah, maka seyogyanya sebagai umat Islam benar-benar memanfaatkannya dengan baik, agar nantinya keistimewaan tersebut dapat diraihnya.
Akan tetapi, muncul sebuah pradigma di masyarakat akan sebuah keutamaan yang paling diharapkan di hari Jumat, yaitu dengan wafatnya di hari tersebut akan dipastikan masuk surga. Adanya praduga inilah menjadi penting kiranya untuk membahasnya dalam tulisan ini, yang didukung oleh penguat dari hadis nabi pula, sehingga nantinya akan memberi kesimpulan yang objektif dan bukan didasarkan pada subjektivitas individu semata.
Kematian, sebuah keniscayaan
Siapapun makhluk yang ada di dunia tak terkecuali manusia, hewan dan tumbuhan pastilah akan merasakan yang namanya kematian. Hal ini sudah termaktub dalam Al-Qur’an berikut ini:
قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨
Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Jumu’ah:8)
Kematian adalah sebuah keniscayaan dan semua makhluk tidak akan bisa lari darinya. Kalau sudah menjadi kehendakNya, maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikanNya. Memiliki kuasa untuk menghidupkan dan mematikan atas makhluk ciptaanNya.
Kebenaran inilah yang patut dipikirkan dalam mempersiapkan sebuah masa, di mana tidak ada yang mengetahui muasal terjadinya sesuatu, khususnya yang berkaitan dengan kematian. Jangan menunggu masa tua, baru sibuk mengurus persiapannya, karena kematian tidak pernah ada jenjang karir sehingga bisa dipersiapkan dengan matang. Malaikat ‘Azrail yang bertugas mencabut nyawa akan siap siaga jika sudah purna masanya.
Ada beberapa tanda yang bisa menjadi patokan bahwa seseorang itu layak menyandang status kematiannya sebagai khusnul khatimah, sehingga jelas akan dijamin masuk surga. Lalu timbullah pertanyaan, bagaimana dengan matinya seseorang non-muslim di hari Jumat atau mereka yang mati bunuh diri dan bermaksiat?. Nah, pertanyaan inilah yang perlu dipertegas dengan sabda dari nabi Muhammad Saw. berikut ini:
“Sabda Nabi, tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, sebab orang yang wafat di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup (kurungan), sebab pada hari Jumat api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain. Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab hari Jumat adalah hari terjadinya kiamat. Allah memisahkan di antara para kekasih dan musuh-musuhNya, demikian pula memisahkan hari-hari mereka yang dapat mengundang mereka untuk berziarah kepadaNya di hari tersebut di surga ‘And. Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmatNya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur.” (Syekh Abdur Rauf al-Manawi, Faidl al-Qadir, juz 5, hal. 637).
“Sabda Nabi, tidaklah seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, pendapat yang jelas bahwa kata lafazh “au” berfaidah membagi-bagi, bukan berfaidah keraguan. Sabda Nabi, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, maksudnya ketika saat menyiksa dan menanyakan di alam kubur, ini kemungkinan dimutlakan dan dibatasi (dengan waktu tertentu), dan kemungkinan pertama lebih utama bila dikaitkan dengan anugerah Allah. Hadits ini menunjukan bahwa kemuliaan waktu memiliki pengaruh yang besar sebagaimana keutamaan tempat juga memiliki dampak yang besar.” (Syekh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfauri, Tuhfah al-Ahwadzi, juz 4, hal 159)
Menurut penjelasan dua hadis di atas, sangat jelas sekali ditemukan persamaan bahwa siapa saja yang wafat di hari Jumat akan di jaga oleh Allah Swt. dari fitnah kubur, dan akan mendapatkkan dispensasi hukuman karena pada hari tersebut merupakan hari di mana kiamat akan terjadi.
Wallahu a’lam.***
Penulis: Khazin; sekretaris LTN NU Kota Denpasar dan WK 1 PW IPNU Bali

About Khazin Ma Leo

Check Also

Maulid Nabi, Mustasyar PWNU Prov.Bali Ajak Warga Mahabbah Kepada Rosulullah

Memperingati maulid Nabi merupakan rutinitas Umat Islam Wabilkhusus Warga Nahdliyin, Tak Kecuali Yayasan Insan Barokah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *