Senin , September 26 2022

Ketua ISNU Bali, Keislaman dan Keindonesiaan PMII sejalan dengan NU

“Kader PMII harus mampu mewarnai kampus dengan diskusi, dialog, seminar serta kegiatan lainnya agar tidak kalah branding dan daya tariknya dengan organisasi lain yang tidak searah dan sehaluan dengan NU.

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Bali Syahrial Ardiansyah menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Kader Dasar yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat Persiapan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Udayana dengan tema “Peta Gerakan Islam” yang bertempat di Sekretariat Bersama PCNU Badung. (5/22)

Dalam penyampaian materinya Syahrial menyampaikan “bahwa NU menjadi musuh bersama (common enemy) oleh kelompok yang mempunyai irisan kesamaan gerakan puritan, kedua jargon kembali kepada alquran dan hadis, ketiga obsesi mendirikan negara islam ataupun khilafah, dan keempat formalisasi syariat Islam.”

“Corak Islam lainnya adalah mereka yang modern puritan dengan jargon kembali kepada alquran dan hadis, serta yang ketiga bukan tradisionalis atau modern.” Ungkap Alumni Pon Pes Al Ma’ruf, Kedunglo, Kediri, Jawa Timur

Lalu dia mengutip “buku “Ideologi Pasca Reformasi” karangan KH. As’ad Said Ali yang mengklasifikasian menjadi lima tipologi ideologi besar, Pertama Islam modernis. Kedua, Islam radisonalis konservatif. Ketiga, Islam transformis. Keempat, Islam fundamentalis dan kelima Gerakan islam non mainstream.”

“Dari pengklasifikasian tersebut, NU termasuk kelompok kedua, yaitu Islam tradisionalis konservatif. Yaitu Islam arus utama yang menjadi basis organisasi sosial keagamaan yang besar, sikap dasar politiknya lebih mengedepankan sikap moderat, kooperatif dan tidak oposan serta bisa bisa berakomodasi dengan negara.” Terang alumni Pasca Sarjana Universitas Mahendradatta Bali

Kemudian dia menyampaikan “mengenai fragmentasi kelompok baik dari genealogi maupun afiiasinya dari organisasi keagamaan dan kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin, Masyumi, Al Washliyah, Persis dan lainnya. Dalam bentuk partai Politik ada PKB, PPP, PAN, PKS, PBB dan lainnya. Sedangkan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, seperti PMII, HMI, IMM, KAMMI, PII dan lainnya, begitu juga dari Kelompok Kepentingan (interest group) seperti FPI, HTI, JAD, JIL, JAT, MMI, dan lainnya.

Diakhir penyampaian materinya dia “memberi pesan kepada kader PMII agar penguatan dibidang Gerakan ekonomi (nahdlatuttujjar) dan gerakan intelektual (tashwirul afkar) atau dibidang lainnya agar mampu mengambil peran untuk memenuhi pos-pos strategis, karena faktanya banyak kader PMII yang lebih banyak tertarik dan terlibat kepada politik praktis.” Pungkasnya

About admin

Check Also

PCNU Kota Malang Gelar Halaqah Fikih Peradaban dan Pengukuhan Tiga Lembaga

MALANG, PCNU Kota Malang menggelar Halaqah Fikih Peradaban dengan menghadirkan beberapa narasumber di Aula Nuswantara, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.