Sabtu , Desember 3 2022

Sowan dan Ziarah Kiai Jembrana

Media NU – Alhamdulillah siang ini bisa ziarah ke daeeah Tuwed untuk ziarah ke maqom Al Maghfurlah Datuk KH. Muhammad Imran dan Rais Syuriyah PCNU Jembrana KH. Muhammad Amin Junaed.

Menjadi sebuah tradisi seorang santri apabila Kiai atau Ulama masih hidup disowani namun bila beliau wafat diziarahi, tujuannya adalah untuk tabarrukan maupun istifadah dari beliau.

Kiai Amin bercerita tentang sang mediator berdirinya NU Al Maghfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin saat beliau sowan ke Pondok Sukorejo sekitar tahun 1975. Kiai As’ad bercerita dihadapan santri dan tamu tempatnya adalah dimasjid dengan duduk diatas kursi mengatakan. Kalian silahkan keluar dari NU semuanya tapi saya tidak akan keluar dari NU karena saya menerima NU langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kiai As’ad bercerita, saya diperintah oleh Syaikhona Kholil untuk ke Jombang menemui KH. Hasyim Asy’ari dengan membawa tongkat dengan disertai surat thaha ayat 17-23.Kemudian tahun berikutnya dikalungkan sebuah tasbih keleher saya, lalu Syaikhona Kholil melihat kepala saya seperti bola dunia dan mulut saya lalu diludahi setelah itu cadel/pelatnya hilang, tasbih itu saya bawa sampai ke Jombang dan tidak berani melepasnya kecuali oleh Kiai Hasyim.

Jadi saya menerima NU langsung dari mereka berdua. Kiai Amin bercerita bahwa Kiai As’ad menceritakan hal itu karema kondisi waktu itu elite NU sedang memanas antara Kiai Idham Chalid dengan Kiai Syaikhu.

Penulis : Syahrial Ardiansyah, SHI, MH Ketua PW ISNU Prov. Bali

About admin

Check Also

Bentuk Cinta Terhadap Nabi , Yayasan Insan Barokah Nusantara Gelar Lomba Dan Pengajian Akbar Memperingati Maulid Nabi 1444H

Media NU, Yayasan Insan Barokah Nusantara bersama Remaja Insan Barokah Nusantara meriahkan maulid Nabi Muhammad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *