Jumat , November 25 2022

PW LTN NU Prov.Bali Gelar Pelatihan Jurnalisme Sejarah

Media NU-Pimpinan Wilayah Lembaga Ta’lif wan Nasyir Prov.Bali kembali menggelar pelatihan yang sebelum nya sempat menggelar pelatihan fotography kali ini pelatihan yang di gelar tentang jurnalisme sejarah bertema “Merangkai kepingan jejak peristiwa yang mengedukasi bukan memanipulasi” bertempat di Guest House Otto Jl Labak V No 5 Tegal Harum Denpasar, selasa 18/01/22,

Acara pelatihan di hadiri hampir seluruh rekan LTN NU kabupaten Dan Kota se Prov.Bali, group nasyid, dan di hadiri dewan penasehat LTN NU wilayah Bali Drs H Khoiron M.Pd.I

Virdika Rizky Utama penulis buku “Menjerat Gusdur” dan Karim Abraham Iboy “Jurnalis NU Online” dalam kesempatan ini mengisi pelatihan jurnalisme sejarah yang di gelar LTN wilayah Bali, acara juga di siarkan live melalui channel youtube PWNU Bali

Drs H. Khoiron M.Pd.I dalam sambutan nya memaparkan apa itu LTN NU bahwa LTN departement yang diberikan kewenangan dalam kaitan nya dengan lajnah (penulisan, penerjemahan, dan percetakan) yang di mana pada awal di bentuk LTN huruf L adalah Lajnah kemudian seiring perkembangan waktu hasil muktamar di jombang tahun 2019 memutuskan bahwa LTN dari kata lajnah menjadi lembaga, dan dari hal itu Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) juga memegang peran di bidang ke IT an terutama di bidang media sosial sehingga informasi tentang keislaman, ke NU an, serta hal lain yang terkait bisa tersampaikan ke masyarakat melalui rumah rumah digital, oleh karena itu LTN NU wajib memiliki media social di bidang IT (Web, Fb, Ig, dan lain nya)” tutur nya,

selaku penasehat  beliau juga mengapresiasi LTN NU wilayah Bali yang sudah merealisasikan pelatihan pelatihan yang sudah di laksanakan selama ini”tambahnya.

Virdika Rizky Utama dari tahun 2016 sudah menjadi jurnalis di kontak daily, dan di beberapa media cetak maupun non cetak, dalam paparan nya saat pelatihan Virdika membeberkan bagaimana menjadi jurnalis untuk sebuah sejarah, point point yang terpenting dalam menulis sejarah adalah pengumpulan informasi entah dari sumber tulisan atau dokumen, foto, dan juga lisan, walaupun secara lisan terkadang ada yang terpeleset, mungkin si pemberi informasi yang lupa atau menyembunyikan informasi yang sebenar nya, memang tidak mudah untuk menjadi jurnalisme sejarah karena di saat pengumpulan informasi sangat banyak yang di korban kan, dana, waktu, emosi, hingga sebuah ketakutan akan ada nya ancaman tutur nya.

Karim Abraham Iboy selaku jurnalis NU Online, membahas tentang sejarah lokal yang jarang orang tahu, dikarenakan masyarakat lebih banyak mengetahui sejarah dalam ruang lingkup nasional , sehingga sejarah lokal banyak yang tidak mengetahui tutur nya, semakin saya berpikir semakin lokalitas isu yang di ambil maka semakin origin sejarah tersebut”tuturnya

Pewarta               : M. Ridwan

Editor                    : Ardiansyah.

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *