Minggu , November 27 2022

Sikapi Muktamar NU Ke-34, PCI NU Tunisia Launching Website pertama Berbahasa Arab

Media NU –  Organisasi NU, sebagai rumah besar ulama nusantara yang memiliki sumber daya yang mumpuni, baik dari pesantren, perguruan tinggi, jama’ah dan kader-kader NU dengan potensinya masing-masing, seharusnya mampu dimaksimalkan  dengan baik  untuk kemaslahatan umat.

Pada Muktamar NU  1984 di Situbondo telah dirumuskan tiga konsep paradigma NU yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathoniyah.  Dalam praktiknya NU diharapkan bisa merangkul semua kelompok-kelompok Islam (ukhuwah islamiyah), dan di tengah badai politik identitas, politik populisme Islam, NU mampu menjamu persaudaraan kebangsaan (ukhhuwah basyariyah), sekaligus pengakuan akan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Undang-Undang  Dasar 45 (PBNU) ini menjadi jasa yang telah diberikan oleh para ulama terhadap Indonesia (ukhuwah wathaniyah).

Memasuki abad ke-II ini, NU sudah siap menjadi lokomotif perkembangan kemajuan Indonesia, dengan catatan harus ditata dengan baik. Dalam prosesnya NU seharusnya diurus oleh kader-kader yang terbaik. Selanjutnya, NU setidaknya memiliki badan riset nasional, sehingga setiap cabang dan wilayah punya karakter masing-masing. Contohnya di wilayah dan cabang-cabang NU yang ada bisa memunculkan potensi daerahnya sehingga bisa diekspor ke luar negeri.

Pada suksesi muktamar NU KE-34, Duber RI untuk Tunisia, Zuhairu Misrawi sangat besar harapannya agar NU bisa melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat mewarnai Indonesia. Karena potret NU saat ini sudah banyak melahirkan banyak sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan untuk NU itu sendiri. Untuk itulah PCI NU Tunisia akan melaunching website pertama berbahasa Arab sebagai persembahan untuk NU dengan nama Khittah.id.

Website berbahasa Arab ini akan menjadi wadah bagi gagasan-gagasan dalam bentuk tulisan yang sangat positif dan akan menjadi forum perdebatan bagi generasi-generasi NU yang memiliki kemampuan dan minat di bidang bahasa Arab  kedepannya.

Gagasan yang dimunculkan oleh PCI NU Tunisia melalui website berbahasa Arab ini adalah contoh kecil agar nantinya NU bisa semakin melek terhadap perkembangan tekhnologi. Terlebih dalam ajang Muktamar ke-34 yang mengetengahkan Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia

Di usia yang menjelang satu abad, NU masih terus berjalan di atas visi besar, yakni berlakunya ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat, dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.

NU tetap istiqamah dalam menganut prinsip paham keagamaan yang bersifat tawazun (seimbang), i’tidal (lurus), tawasuth (moderat), dan tasamuh (toleran), ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi umat Islam di dunia untuk semakin mengenal NU. Sehingga fakta inilah yang bisa dijadikan potensi dalam memupuk rasa percaya diri untuk semakin  membangun NU yang maju dan berperadaban di masa depan.

Selamat bermuktamar. 

Pewarta               : Khazin

Editor                  : Ardiansyah

*Hasil Rangkuman dari Diskusi Crew TVNU dengan Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *