Sabtu , November 26 2022

Pesan Direktur Diktis Kemenag RI Kepada Wisudawan Ke-IX STAI Denpasar Bali

Turut hadir Dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana S1 ke-IX yang di gelar oleh STAI Denpasar Bali ,

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof. Dr. Suyitno, M.Ag Dalam sambutan nya beliau berpesan “ tantangan pendidikan tinggi ke depan terutama bagi alumni PTKI  ini semakin kompleks, kompleksitasnya ditandai dengan tema wisuda kita ini berbasis elnopedagogi”

Yaitu tentang apa yang disebut dengan revolusi menuju 5.0, kita sekarang pun masih dalam suasana 5.0 yang salah satu indikatornya adalah adanya kecenderungan inkonsistensi

Ketidak menentuan atau orang menyebutnya dengan anomali keganjilan2, dulu ketika sebelum terjadi, yang di sebut dengan revolusi industri apakah 4.0/5.0 itu orang akan berpikir secara linear, berpikir linear itu adalah berpikir sesuai dengan kompetensi bidang dimana seseorang bidang itu ditekuni di situlah dia berprofesi Jadi kalau misalnya prodinya Mpi Itu kecenderungannya kalau tidak jadi pemimpin kepala madrasah sekolah atau jadi guru.

Kalau dia jurusan ekonomi syariah, biasanya dia akan bekerja dibidang lembaga-lembaga ekonomi syariah kalau dia di bidang kpi biasanya akan bidang dakwah atau jurnalistik itu contoh yang konvensional contoh yang konsistensi

Revolusi industri mengubah segalanya, karena itu kalau ada hari ini wisuda berfikirnya masih konsistensi. siap-siaplah Anda kecewa dengan konsistensi itu

sama dengan kecewa nya Kalau Anda berharap kalau sarjana pasti punya jodoh sarjana siap-siap kecewa. Karna memang sekarang sudah eranya era inkonsistensi eranya anomali daerahnya tidak bisa di dugaan anpredictable

Sama hal nya seperti profesi youtuber, kalau bertanya kepada kaprodi, prodi apa itu ? Kuliah yang jurusan youtuber ?

tapi sekarang orang jadi tahu mengapa profesi ini menjadi profesi yang menggiurkan bahkan banyak orang yang kemudian menekuni dan masih banyak lagi lain nya dan dalam kaitan dengan menggunakan IT sebagai basis oleh karena itu tantangan kita sekarang menggunakan pendekatan konvensional saja tidak cukup

Para alumni juga diminta tidak boleh ketinggalan bagaimana beradaptasi dengan tantangan zaman anpredictable ini atau bisa di sebut era anomali

Beliau juga memberikan solusi menghadapi era anpredictable ini,  ada 3 hal agar lebih cepat beradaptasi yaitu KEP :

1 Karakter atau akhlaq yang tidak banyak di miliki oleh perguruan tinggi lain,

2 Entrepreneur menguasai kemampuan tidak hanya pada satu bidang atau non akademik,

3 Pintar, yaitu memiliki nilai lebih dalam akademik (nilai IPK).

kalau tiga-tiganya itu anda miliki Insya Allah you are the best alumni dan kesempatan akan terbuka di mana saja untuk alumni yang bisa menerapkan 3 cara yang tadi “ imbuhnya.***

Penulis                 : M. Ridwan

Editor                    : Ardiansyah

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *