Rabu , Desember 7 2022

Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dan Hari Santri 22 Oktober 2021, DPC IQBAL RUA Kota Denpasar Gelar Dialog Kebangsaan

Media-NU.com- Jum’at (22/10) Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Qarabat Santri & Alumni Raudhatul Ulum Arrahmaniyah (DPC IQBAL RUA)  Kota Denpasar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dan sekaligus memperingati Hari Santri 2021 bertempat di Pondok Pesantren Darunnajah Al Mas’udiyah JL. A.yani II/ Gang Sunan Bonang, Wanasari , Denpasar.

IQBAL RUA merupakan wadah bagi santri dan alumni pondok pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah, Pramian Taman Sreseh Sampang Madura.

Sebagai Umat Islam tentu kita menjunjung tinggi Nabi Muhammad SAW, Memperingati Maulid Nabi ini merupakan ekspresi Kegembiraan dan Penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dengan membacakan Sholawat serta Sirah Nabawi. Dan Sebagai Santri tentu kita ingat sejarah tanggal 22 Oktober yang mana Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihadnya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menggerakan santri, pemuda serta masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan kolonial, yang puncak terjadi pada 10 November 1945 di Surabaya.

Peringatan  maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri 2021 yang diselenggarakan DPC IQBAL RUA Kota Denpasar ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mana acara di bagi 2 sesi yang pertama Pembacaan Sholawat serta Sirah Nabi dan sesi kedua yakni Dialog Fikih Kebangsaan yang di kemas mirip ngaji kitab seperti di pesantren salaf  yang mengambil tema “Mencetak Generasi Islami dan Nasionalis dalam Bingkai NKRI”.

H. Nasiruddin Rahmat  selaku ketua DPC IQBAL RUA Kota Denpasar dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan dan maksud diadakannya acara ini yakni “Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hidup berbangsa dan bertanah air tentu nya dalam bingkai NKRI, berbicara Indonesia tentunya berbicara perbedaan, berbeda agama, suku, dan adat istiadatnya, perbedaan ini disatukan dengan sistem yang kita kenal dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagai asas hidup berbangsa dan bertanah air dalam NKRI,” ucapnya

Dan beliau berharap dengan adanya  acara pengajian kali ini semua audiens bisa mengambil manfaat dari tausiah bacaan kitab yang di kaji oleh Gus Fayumi Syafi’i. serta  beliau berterima kasih kepada seluruh pengurus dan panitia yg sudah mensukses kan acara pada malam hari ini” tutur yang juga A’wan PCNU Kota Denpasar

Sesi pertama pembacaan maulid diba’ yang dipimpin oleh IKSADARMA, dan ditutup do’a oleh KH. Muhyiddin Mukri.

Kemudian  dilanjut ke season ke dua yakni Dialog Fikih Kebangsaan narasumber Gus Fayumi Syafi’i.

Kajian kitab berlangsung dengan diawali sambutan oleh moderator Ust. Syihabul Umam dalam sambutan beliau membeberkan profil Gus yang dimana Gus Fayumi Syafi’i adalah putra ke-6 Alm. KH. Syafi’i Hasan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah, Sreseh Sampang Madura.

Dan Beliau Juga merupakan salah satu TIM Lembaga Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo. Adapun beliau juga termasuk Tim Penyusun Buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan Di Tengah Kebhinekaan serta Buku Membela Indonesia

Kajian berlangsung dengan khidmat didengarkan oleh para undangan yang menghadiri acara,  banyak pesan dan nasehat yang beliau sampaikan merujuk pada kitab fiqih kebangsaan.

Beliau  teringat dawuh Alm mbah Maimoen Zubair  “Dulu sebelum kemerdekaan para Kyai kalau sholawat Mahallul Qiyam kyai juga melantunkan Yaa Lal Wathon ini sejarah yang harus kita resapi dan renungkan”

Berarti dari  dulu kyai kyai kita sudah berupaya untuk menyelaraskan antara nilai-nilai  keislaman dengan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bertanah air,

dari dawuh Alm. Mbah Maimoen Zubair, Gus Fayumi Syafi’i  menyimpulkan “Bahwa kyai nusantara sangat mencintai kanjeng nabi, salah satu cara mencintai kanjeng nabi adalah mencintai seluruh yang dicintai kanjeng nabi, termasuk mencintai tanah kelahiran nya” tuturnya

Sesi tanya jawab juga diberikan kepada para undangan, antusias undangan untuk bertanya juga cukup tinggi, dan yang mendapat kesempatan kali ini Maulana Khodimul Haramain alumni pesantren Almas’udiyah beliau bertanya soal polemik tentang mencintai para habib dan ulama yang dimana akhir-akhir ini sering terjadi hingga sampai pada menghina pada duriyah nabi,.

Dan pertanyaan juga di sampaikan oleh Insan Ahmad Soleh alumni pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo beliau bertanya tentang anjuran memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Pertanyaan dari para tamu undangan dijawab dengan baik dan jelas oleh Gus Fayumi Syafi’i dan Acara ditutup oleh Gus Fayumi Syafi’i  dengan pembacaan Al Fatihah dan Surah Al Ashr 3x  mengikuti dawuh Kyai beliau.

Acara Tersebut dihadiri juga oleh KH. Pujianto, S.Adm Ketua PCNU Kota Denpasar, H. Ir. Badrus Syamsi Kepala Dusun Wanasari, Munajjaturohman, S.Sos PC GP ANSOR Kota Denpasar, IASS, DPW RISMA KAPAON, IKSASS, IKPD DEMUNG, IKSAMI BALI, Dan Tokoh Masyarakat Serta Santri Dan Alumni.

Pewarta: M. Ridwan
Editor: Ardiansyah

About admin

Check Also

Pelantikan Pengurus Ranting NU Pemecutan Kaja

Media NU – Sabtu (05/11/2022) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar melantik pengurus ranting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *