Jumat , November 25 2022

Tahun Baru Islam 1443 H, Sarana Efektif dalam Mengingat Mati dan Mengumpulkan Amal

MEDIA NU – Saat ini umat Islam tengah merayakan momentum pergantian tahun baru Hijriah dari 1442 H sebelumnya menuju tahun 1443 H.

Tahun baru Islam 1443 H merupakan sarana yang efektif dalam mengingat mati, karena dengan pergantian tahun maka usia yang ada akan semakin bertambah, sedangkan kesempatan hidup akan berkurang.

Upaya introspeksi diri sangatlah dibutuhkan ketika perayaan pergantian tahun tiba, dengan sisa hidup yang dimiliki sudah semakin dekat, maka memperbanyak bekal dengan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, merupakan suatu keharusan.

Apalagi rentang usia umat Nabi Muhammad SAW, rata-rata antara 60-70 tahun dan berbeda dengan umat nabi-nabi yang lain yang sampai ratusan tahun.

Dengan kesempatan hidup yang singkat itulah maka pengumpulan amal-amal ibadah perlu ditingkatkan setiap waktu.Bentuk ibadah yang bisa dilakukan bisa dengan banyak hal, diantaranya menyantuni anak yatim, tahlilan dan ibadah positif lainnya.

Ketika seseorang ahli infaq, ahli sodaqah, peduli pada orang lain akan mendapatkan ganti yang berlipat-lipat baik di dunia dan di akhirat. Perumpamaannya dalam Al-Qur’an seperti satu biji yang ditanam dan akan tumbuh tujuh tangkai dan setiap tangkai berbuah 100 biji.

Ada 4 golongan yang tanpa dihisap akan masuk surga duluan:

1. Orang yang haji mabrur

2. Orang yang mati syahid

3. Orang alim dan mengamalkan ilmunya

4. Orang yang ahli sodaqah dan beinfaq di jalan Allah Swt.

Ibadah inti yang perlukan dilakukan sebagai persiapan dalam menghadapi mati yaitu Sholat, berbeda dengan ibadah lain yang hanya berfungsi sebagai pelengkap.

Pentingnya sholat ini, Rasulullah memberi pesan penting menjelang wafatnya. Hal ini mengindikasikan akan pentingnya sholat sebagai inti dari segala ibadah-ibadah yang lainnya.Dalam upaya istiqamah dalam salat haruslah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, karena banyak aliran-aliran di luar NU yang hanya melakukan sholat dengan cara mengingat tuhan saja.

Padahal anjuran Rasulullah sholatlah sebagaimana saya sholat. Selain itu, upaya menyeimbangkan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) berupa salat dan hablum minannas (hubungan sesama manusia) berupa amalan sodaqah haruslah dilakukan secara terus-menerus.

Semoga bermanfaat!

*Catatan dari H. Mahen Qasim,S,.Ag (Rois Syuriah PCNU Kota Denpasar) dalam acara Santunan anak yatim dan kaum duafa yang dilaksanakan oleh RKPP bersama Yayasan Insan Nusantara pada Minggu, 22 Agutus 2021.

Penulis : Khazin

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *