Senin , Desember 5 2022

Hadiri Pelantikan Ranting NU, Rais Syuriyah PWNU Bali Berpesan

Media NU – Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh KH. Noorhadi Al Hafidz, Rais Syuriah PWNU Bali atas terselenggaranya kegiatan pelantikan Ranting NU di MWC NU Denpasar Barat di Pendopo Abdurrahman Wahid, Senin (26/6).

Dalam ceramahnya, Beliau menekankan pada sejarah perjuangan yang dilakukan oleh para pendiri NU. Salah satunya adalah ketika para penjajah Belanda berusaha merebut hak kedaulatan negara Republik Indonesia. Dengan iringan doa dari sesepuh NU akhirnya para penjajah bisa meninggalkan Indonesia. Saat itu NU hadir dan mampu ikut memberikan kontribusi aktif dalam mengusir penjajah.

Kontribusi nyata juga bisa kita lihat ketika KH. Abdurrahman Wahid (GusDur) diberi amanah menjadi Presiden Republik Indonesia. Peran penting yang diberikan Gusdur ternyata berdampak pada ketidaknyamanan perpolitikan di Indonesia hingga akhirnya harus dilengserkan.

Ranting NU Dilantik, *Ketua MWC NU Denpasar Barat: Kita Akan Menghijaukan NU di Denpasar Barat*

Mengingat GusDur mendapatkan perlakuan yang tidak adil, akhirnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ingin membela haknya GusDur. Banser siap melawan negara jika Gusdur memberikan instruksi. Akan tetapi Gusdur lebih memilih lengser demi menjaga keamanan dan menghindari pertumpahan darah.

Dedikasi yang tinggi dari NU kepada Indonesia, jelas harus diberikan perhargaan yang tinggi, agar nantinya bisa terus aktif bersama-sama membangun negara yang aman dan nyaman.

Pada proses pelantikan Ranting NU di MWC NU Denpasar Barat, ada banyak pesan yang disampaikan oleh KH. Noorhadi Al Hafidz sekaligus menjadi acara ini bisa jadi perantara agar dicabut penyakit covid saat ini.

“Saya bangga atas pengurus ranting yang ada karena terpanggil untuk dilantik, di pengurus PWNU Bali saja belum dilantik, sungguh luar biasa sekali Ust. Hamim,” kata Rais Syuriah yang juga pengasuh PP. Raudlotul Huffadz, Kediri, Tabanan.

Ditegaskan juga oleh beliau bahwa ada dua hal penting dengan ikut serta mengabdi di NU:
1.Berarti mendaftarkan diri sebagai calon-calon penghuni surga.

2.Barakahnya mengabdi di NU nantinya akan dirasakan nanti.Terutama anak-anak kita nanti akan dimuliakan.

“Pesan saya bagi yang dilantik dan sudah aktif sebagai pengurus, identitas NU harus ditunjukkan. Mari ajaran Aswaja terus dilestarikan untuk anak cucu kita nanti. Bareng-bareng ngabdi di NU, dilandasi dengan keikhlasan insyaAllah akan dimudahkan rezekinya Allah SWT. dan bisa bersama-sama,” dawuh KH. Noorhadi Al Hafidz yang diakhiri dengan doa. (khazin-ard)

About admin

Check Also

Pelantikan Pengurus Ranting NU Pemecutan Kaja

Media NU – Sabtu (05/11/2022) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar melantik pengurus ranting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *