Kamis , November 24 2022

Yanbu’a Bali Kembali Gelar MIQ ke-4

Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an Yanbu’a Bali kembali mengadakan Majelis Idarotul Qur’an (MIQ) yang ke-4. Acara ini bertempat di musholla Thoriqussalam di Jl. Tirta Akasa, no 7, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Sabtu (5/6).

Sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an, maka di rasa penting untuk mengadakan kegiatan pembinaan. Salah satunya yaitu MIQ. Hal ini sesuai dengan tema acaranya yaitu Semangat Mengaji Al-Qur’an Hidup Pasti Berkah.

Antusiasme peserta pelatihan cukup besar sekali. Dibuktikan dengan jumlah kepesertaan yaitu 119 peserta yang terdiri dari perwakilan tiap TPQ se-Bali.

Ustadz Syukri sebagai perwakilan dari pembina, koord Yanbu’a dan koord tiap kecamatan memberikan sambutan bahwa MIQ menandakan dimulainya seluruh kegiatan Yanbu’a Bali yang awali dari kegiatan MIQ pada pagi hari dilanjutkan dengan kegiatan uji kompetensi guru pada siang harinya terakhir yaitu acara khatmil Qur’an pada Minggu (6/6) di Kebun Raya Bedugul.

Dalam acara tersebut, Romo KH. Imam Baghawi selaku pembina Lajnah Muroqabah Yanbu’a (LMY) sekaligus pengasuh pondok pesantren Nahdhatut Tholabah Kesilir, Wuluhan, Jember turut hadir memberikan arahan sekaligus pembinaan.

Dalam sambutannya beliau memberikan beberapa pesan mulia. Di antaranya:

  1. Kita harus menampakkan bahwa kita adalah cinta terhadap Al-Qur’an, dengan cara ada perhatian khusus terhadap Al-Qur’an. Hal ini bisa ditemukan dalam penerapan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Contonya ketika Apapun yang masuk di tubuh harus diiringi dengan asma Allah, tidak menghina terhadap makanan yang ada dan yang terpenting senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
  2. Allah adalah dzat yang memberi rezeki maka tugas kita adalah senantiasa meningkatkan kualitas ibadah kita kepada-Nya.
  3. Kepada guru-guru TPQ haruslah senantiasa mengajarkan kepada anak didik kita akan kebaikan, selalu mengajarkan akan pentingnya mengedepankan ibadah kepada Allah, seperti salat tepat waktu dan menyegerakan untuk mengerjakannya.
  4. Usahakan ada asma nabi Muhammad SAW setiap do’a-do’a sehari-hari kita.

Pesan-pesan yang disampaikan oleh beliau dengan seksama disimak oleh setiap peserta MIQ yang diakhiri dengan pembacaan Shalawat dan doa. (Khazin-ard)

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *