Senin , Desember 5 2022

Makna Puasa di Era Pandemi

Bulan puasa ramadlan yang sedang kita jalani adalan masa di mana rahmat dan kenikmatan diturunkan oleh Allah Swt. Setiap umat Islam memiliki kewajiban untuk menjalani dengan penuh suka cita, dengan merasa senang akan datangnya bulan suci ramadlan, dan berupaya menjalani setiap ibadah dengan penuh istiqamah.

Ada banyak ibadah yang bisa dilakukan di waktu bulan suci ramadlan. Baik dengan cara puasa ramadlan, salat tarawih, tadarus al-quran, atau membayar zakat, memburu limpahan pahala di malam lailatul qadar, meningkatkan nilai kebaikan terhadap diri dan orang lain dengan pundi-pundi amal lalu berusaha menghilangkan perbuatan yang justru mengantarkan pada sisi keburukannya.

Disadari atau tidak saat ini kita masih berada di suatu masa, di mana bencana kemanusiaan berupa pandemi covid-19 menjangkiti setiap orang, tanpa memilih terhadap latar belakang orangnya. Sebuah penyakit yang diyakini datangnya berasal dari cina dan menyebar ke se-antero dunia. Dengan dampak yang sangat terasa terhadap roda perekonomian masyarakat. Kesejahteraan manusia memang cukup terganggu dengan adanya bencana kemanusiaan tersebut, dengan tingkat pendapatan di bawah rata-rata.

Sebagai tenaga pengajar di sekolah negeri dan swasta di kota Denpasar, jelas saja hal ini sangat diakui cukup memberikan dampak yang sangat terasa. Pembelajaran yang mestinya dilakukan secara tatap muka dengan proses yang sangat komonikatif antara guru dan murid. Jelas saja saat ini semuanya dibatasi. Dengan peraturan dari pemerintah semua proses pembelajaran harus dilakukan secara daring, baik dengan menggunakan aplikasi whatsaap, you tube, instagram,  google meet, zoom meeting dan perangkat aplikasi online lainnya.

Hal ini dilakukan guna mencegah semakin menularnya penyakit corona terhadap generasi bangsa yang tengah berada di bangku pendidikan. Di satu sisi peraturan yang diberikan cukup bagus agar nantinya bisa memutus mata rantai penyebarannya, akan dikhawatirkan semakin menyebar ke mana-mana. Akan tetapi di sisi yang lain jika dibiarkan berlarut-larut tanpa ada upaya yang bagus dari pemerintah nantinya malah akan ada berkurangnya minat belajar dari murid dalam menjalani aktivitas belajarnya.

Adanya kreativitas guru dalam memberikan pola pengajaran yang baik kepada muridnya jelas sangat membantu sekali dalam menghilangkan rasa jenuh yang membuat anak kurang bersemangat dalam menerima pelajaran. Internalisasi nilai-nilai agama Islam juga sangat dibutuhkan untuk diberikan, hal ini guna membentuk karakter yang baik kepada anak didik dan yang terpenting pola kehidupannya bisa terarah sesuai dengan norma-norma agama yang berlaku.

About admin

Check Also

Pelantikan Pengurus Ranting NU Pemecutan Kaja

Media NU – Sabtu (05/11/2022) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar melantik pengurus ranting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *