Senin , Desember 5 2022

Pelatihan dan Praktek Merawat Jenazah Oleh Rijalul Ansor Kota Denpasar

Denpasar, Jamaah Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, GP. Ansor Kota Denpasar mengadakan pelatihan dan praktik dalam perawatan jenazah, Ahad (11/04).

Kegiatan perawatan jenazah penting dilakukan, agar warga NU memiliki ketrampilan yang cukup tentang memandikan, mengkafani, menshalati, dan memakamkan jenazah, meski sudah ada petugas dari desa atau kelurahan.

“Ini pengetahuan penting bagi nahdliyin, selain untuk kaderisasi, pelatihan ini dirasa perlu dilakukan karena warga nahdliyin juga bagian dari masyarakat sosial.” ujar Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Kota Denpasar, Ust. Husni Tamrin.
Dijelaskan, kegiatan pelatihan perawatan Jenazah ini dihadiri oleh jama’ah Rijalul Ansor, pengurus GP. Ansor dan Banser baik di tingkat Cabanag maupun Anak Cabang di Kota Denpasar dengan narasumber Ust. Syihabul Umam.

Dalam pelatihan dijelaskan tata cara merawat jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga memakamkan jenazah. Tujuan kegiatan pelatihan ini agar jamaah mengerti bagaimana cara perawatan jenazah menurut syariat Islam.

Dalam pelatihan ini terbagi menjadi 2 (dua) sesi yaitu sesi pertama pemaparan materi dalam merawat jenazah yang diisi oleh Ust. Syihabul Umam. Selanjutnya sesi kedua yaitu praktik dalam merawat dan mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalati, serta menguburkan jenazah, sesi ini diisi oleh Ust. Syihabul Umam dan Ust. Fadli Saputra.

“Yang harus diperhatikan dalam setiap tahap perawatan jenazah harus di lakukan secara runtut dan tertib, Di saat memandikan jenazah harus dalam kondisi lurus, jika kakinya tidak dalam kondisi lurus maka harus di luruskan terlebih dahulu,” paparnya.

Survive di Tengah Pandemi, IKA PMII Bali Adakan Dialog Kebangsaan

Disampaikan, ketika memandikan baiknya menggunakan air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin kemudian diutamakan dari kalangan keluarga terlebih dahulu Untuk yang memandikan jenazahnya. “Mengkafani jenazah laki-laki dan perempuan berbeda, jika jenazah laki-laki harus menggunakan kain rangkap tiga, dan untuk perempuan rangkap lima,” tegasnya.

Menurut Ust. Syihabul Umam, cara merawat jenazah yang disyariatkan Islam di antaranya adalah memandikan, mengkafani, menshalati, dan kemudian memakamkan.

Disamping kegiatan pelatihan jenazah dan kirim doa bersama, peserta yang hadir juga mendapatkan buku panduan dalam praktik merawat jenazah.

Editor: Anshari Ms.

About admin

Check Also

Pelantikan Pengurus Ranting NU Pemecutan Kaja

Media NU – Sabtu (05/11/2022) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar melantik pengurus ranting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *