Jumat , November 25 2022

Cegah “Radikalisme Dan Terorisme” MCMI Prov. Bali Gelar Seminar Kebangsaan.

DENPASAR , Kamis (08/04/2021) Dalam Rangka Memelihara Situasi Kamtibnas yang Kondusif di Wilayah Bali , Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) menggelar seminar kebangsaan yang bertema “Meningkatkan Wawasan Kebangsaan Guna Menolak Intoleransi,Radikalisme dan Terorisme. Bertempat di Aston Hotel Denpasar & Convention Center.

H. Ishaq Asy’ary Ketua MCMI Prov Bali menyampaikan sejarah singkat MCMI “MCMI sendiri telah berdiri diakhir Tahun 2018 yang Dewan Pembina nya adalah Ir. H. Budi Karya Sumadi dan Ketua Umumnya Dr. H. Wishnu Dewanto, SH. MH” ungkap nya.

Kapolsek Dentim Dan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Denpasar Timur Berbagi Bersama Anak Yatim

Selain itu juga H. Ishaq Asy’ary dalam sambutannya menyampaikan bahwa “diskusi ini untuk menyamakan persamaan pemikiran dan ide agar Negara yang kita cintai menjadi kiblat toleransi dan kebhinnekaan didunia”tuturnya.

Pelantikan LP. Ma’arif Bali, Ketua PWNU Ingatkan Pendidikan Tolak Ukur Kehidupan di Masyarakat

Kompol M. Taofiq, SH yang hadir menjadi narasumber menyatakan bahwa “gotong royong sifat dari masyarakat Indonesia yang berisikan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”

Selain itu juga Kompol M.Taofiq,SH Mengatakan dengan tegas “Jangan Sampai Masjid menjadi Cluster Radikalisme. Dan Masjid harus kita jaga, menjadi benteng atas ajaran Radikalisme dan Terorisme” tuturnya.

Dan Yang terakhir Kompol M.Taofiq, SH berpesan “Jaga Ajeg Bali Dan Bangga Hidup Di Bali membantu sesama tanpa melihat perbedaan baik Agama, Suku , dan Ras” ungkap nya .

http://<script data-ad-client=”ca-pub-4519241803871692″ async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>

Ida Penglisir Agung Putra Sukahet Selaku Ketua Majelis Bendesa Adat Bali yang juga menjadi narasumber Mengatakan “Saya senang sekali mendengar lagu Ya Lal Wathon dari NU karena idi didalamnya mengajak menjadi umat yang baik dan warga negara yang baik.”

Ida Penglisir Agung Putra Sukahet juga menyatakan “Dasar untuk memerangin dan memberantas teorisme , radikalisme , intoleran yaitu Kita cinta Indonesia sebagai tanah air kita, baik lahir maupun bathin” dan “sebenarnya terorisme itu tidak ada dalam ajaran agama apapun” tuturnya .

Dan di penutup penyampaian nya Ida Penglisir Agung Putra Sukahet mengatakan “Tidak penting apapun Agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” yang di kutip dari dawuh Tokoh Bangsa Almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau yang sering di panggil Gus Dur.

I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH. MH Selaku Kepala Kesbangpol Bali yang juga menjadi narasumber menyampaikan “Indonesia beragam budaya dan adat istiadat di deskripsikan seperti pelangi”.

Dan selain itu juga I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH. MH mengatakan “Hijrah saat ini konsepnya di rubah yang tujuan merubah sistem Negara kita menjadi Negara Khilafah”.

H. Khoeron, S.Pd.I narasumber yang mewakili MUI Provinsi Bali menyatakan “konsep berislam dalam kehidupan berbangsa adalah saling kenal mengenal bukan menjadi masyarakat individual.” ucapnya

Dan selain itu juga H. Khoeron, S.Pd.I menyampaikan “kebanyakan orang yang sudah terpapar paham terorisme, radikalisme, intoleran sering sekali dengan mudahnya mengkafir-kafirkan pihak lain yang tidak seideologi/sepaham dengan golongannya yang dalam ajaran islam ‘Takfiri’ “tuturnya.

Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua PWNU Bali Drs. Saifuddin Azis, Ketua FKPPI Evert M, Pendeta Jonathan S, PHDI Bali M. Raka Suwarno, IKA PMII Bali Saiful Qowi dan lainnya. (Syah-Ard)

About admin

Check Also

Ranting NU Panjer Bersama Majelis Taklim se Kelurahan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Media NU – Kemeriahkan gelaran maulid di bulan rabiul awal 1444H di rasakan umat muslim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *